Penundaan Pelayaran, Akibat Cuaca Buruk Terus Berlanjut
Selasa, 20 Januari 2009
Penundaan Pelayaran Akibat Cuaca Buruk Terus Berlanjut
SURABAYA -- Penundaan pelayaran akibat cuaca buruk terus berlanjut di Surabaya. Kemarin, dari 40 pelayaran kapal yang rata-rata bertolak dari pelabuhan Tanjung Perak per hari, sedikitnya separuh di antaranya terpaksa ditunda keberangkatannya. Kondisi ini berlangsung sejak Jumat pekan lalu.
Staf Pelaksana Syahbandar Kantor Administrasi Pelabuhan Tanjung Perak, Sunarso, mengatakan, pada Selasa lalu hanya 30 kapal yang diizinkan berlayar dan kemarin pihaknya hanya memberangkatkan enam kapal. Kapal-kapal ini dibolehkan berlayar karena sarana teknologi penunjangnya cukup memadai. "Kapal yang boleh berlayar hanya yang ber-gross ton di bawah 500," kata dia.
Sesuai dengan informasi Badan Meteorologi dan Geofisika, kata dia, ombak di perairan Laut Jawa cukup tinggi, yakni mencapai 3 hingga 4 meter. Informasi serupa juga diperoleh dari radio panggil para awak kapal di tengah laut. Ombak setinggi ini cukup berbahaya bagi semua jenis pelayaran. "Cuaca buruk ini diperkirakan berlangsung hingga Sabtu depan," kata Sunarso.
Sunarso mengatakan, kapal yang tertunda keberangkatannya adalah kapal dengan tujuan Kalimantan dan Sulawesi. Kapal tersebut terdiri atas jenis kapal kargo, tongkang, penumpang, serta kapal tanker milik PT. Pertamina.
Sedangkan pelayaran kapal feri tujuan Madura, kata dia, tidak mengalami gangguan. Dari 12 kapal, yang biasa beroperasi melayani penyeberangan Surabaya-Madura, hingga saat ini terus berlayar seperti biasa.
Badan Meteorologi dan Geofisika Maritim Surabaya memperkirakan tingginya gelombang di perairan Laut Jawa akan berlangsung hingga 17 Januari mendatang. Perubahan cuaca ini disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara di Benua Australia dan Asia. "Di Asia, tekanan angin lebih tinggi sehingga angin bergerak menuju Australia," kata Kepala Teknis Prakirawan Cuaca, Muhammad Effendi.ANANG ZAKARIA
sumber: Koran Tempo
| superadmin
Baca Juga