POLLING

Bagaimana Website ini?
Sangat Informatif
Cukup Informatif
Informatif
Kurang Informatif

Support

Nanda
Nanda

Donny
Donny

Andre
Andre

Pengumuman

Kabar baik untuk rute Samarinda ada spesial rate bagi yang kirim lewat kami

Quota Container terbatas 

INFORMASI

http://intanpratama.indonetwork.co.id

Hati-Hati

Rabu, 10 Desember 2008

Disinyalir Banyak Perusahaan Ekspedisi Palsu Beroperasi

Surabaya, Kompas - Kalangan pengusaha pelayaran (forwader) mensinyalir bahwa belakangan ini banyak perusahaan ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) palsu atau gelap yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Meski belum menyebabkan kerugian material bagi EMKL resmi, praktik penipuan seperti itu dirasakan sudah mengganggu kinerja EMKL resmi.

Ketika dikonfirmasi, Rabu (7/5), Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gabungan Forwader dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Provinsi Jawa Timur (Jatim) HRP Poernomo Soedewo mengakui jika di lapangan memang ditemukan indikasi adanya beberapa perusahaan EMKL palsu. Modus operandinya, mereka menggunakan bendera perusahaan pelayaran tertentu yang sudah dikenal publik, padahal sebenarnya merupakan ekspedisi gelap.

Akibatnya, banyak eksportir atau importir yang mengeluh barang yang dikirim tidak sampai di tujuan tepat waktu, atau bahkan justru tidak sampai ke tujuan. Ketika mengadukan ke kantor EMKL resmi, barulah mereka sadar kalau telah tertipu.

"Belum banyak, sih, tetapi memang ada dan sudah agak mengganggu. Sebab, mereka mencemarkan nama baik EMKL yang sah, dan tentu saja membuat kredibilitas EMKL yang resmi hancur," kata Poernomo.

Menurut dia, yang banyak menjadi korban perusahaan ekspedisi gelap ini adalah eksportir atau importir baru yang belum berpengalaman. Para pemain baru ini biasanya terkecoh karena tergoda oleh tarif angkut lebih murah yang ditawarkan ekspedisi palsu tersebut.

Di samping importir atau eksportir yang belum berpengalaman, tambah Poernomo, mereka yang terkecoh ekspedisi palsu ini biasanya justru eksportir atau importir nakal yang memang mencari jasa pelayaran bertarif murah.

"Kalau kami-kami yang sudah berpengalaman sih enggak mungkin tertipu, ya. Tetapi, yang kurang pengetahuan atau barangkali justru importir nakal itu yang gampang terbuai dengan tarif murah," katanya.

Tim tarif

Untuk mengantisipasi semakin banyaknya korban perusahaan ekspedisi gelap ini, DPW Gafeksi Jatim bersiap membentuk tim tarif. Tim tarif ini akan menginventarisasi tarif resmi yang diberlakukan oleh sekitar 600 anggota Gafeksi untuk dijadikan pedoman tarif EMKL di Jatim.

Dengan demikian, akan terlihat besaran tarif resmi dan wajar yang berlaku. Apabila sebuah perusahaan ekspedisi memberikan tarif jauh di bawah besaran tarif normal itu, maka dapat dicurigai sebagai perusahaan yang tidak sehat atau bahkan palsu.

"Tarif per kontainer untuk setiap daerah tujuan itu kan berbeda. Tetapi, biasanya untuk tujuan yang sama, tarif antara satu EMKL dengan EMKL yang lain tidak beda jauh. Kalau sampai berbeda jauh, berarti EMKL itu tidak sehat, dan risikonya besar," kata Poernomo. (RMA)

 

 

*) Diambil dari situs Kompas.com

 


| superadmin